Artikel

Jangan Sepelekan! Ini Penyebab Darah Tinggi dan Cara Mengatasinya

Penyebab darah tinggi bisa datang dari berbagai kebiasaan harian, mulai dari makanan, stres, hingga gaya hidup yang jarang diperhatikan. Kondisi tekanan darah yang tidak stabil kerap berujung pada gangguan serius jika dibiarkan begitu saja. Ingin tahu apa saja pemicu darah tinggi dan bagaimana cara mengatasinya secara tepat? Temukan jawabannya di artikel ini. 

Apa itu Darah Tinggi (Hipertensi)? 

Darah tinggi, atau hipertensi, adalah kondisi saat tekanan darah di pembuluh arteri terus-menerus berada di atas angka normal. Jika tekanan darah terlalu tinggi, jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah diukur dalam satuan mm Hg dan biasanya ditampilkan dalam dua angka, misalnya 120/80 mm Hg.

Kategori tekanan darah menurut standar medis:

  • Normal: di bawah 120/80 mmg Hg
  • Elevasi: angka atas 120-129 mm Hg, angka bawah di bawah 80 mm Hg
  • Hipertensi tahap 1: angka atas 130-139 mm Hg atau angka bawah 80-89 mm Hg
  • Hipertensi tahap 2: angka atas 140 mm Hg ke atas atau angka bawah 90 mm Hg ke atas
  • Krisis hipertensi: lebih dari 180/120 mm Hg dan harus segera ditangani sebagai keadaan darurat

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi bisa memicu komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan kerusakan ginjal. Mengetahui angka tekanan darah secara rutin sangat penting untuk mencegah dampak buruk di kemudian hari.  

Apa Saja Penyebab Darah Tinggi yang Paling Umum?

Tekanan darah yang terus meningkat tidak selalu berasal dari satu penyebab saja. Banyak faktor bisa saling memengaruhi dan membuat tekanan darah naik, baik dari kebiasaan sehari-hari maupun kondisi kesehatan tertentu. Berikut ini beberapa penyebab darah tinggi yang paling umum:

  • Usia di atas 55 tahun
  • Riwayat keluarga dengan hipertensi
  • Merokok atau menggunakan produk tembakau
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Konsumsi makanan tinggi garam
  • Kurang aktivitas fisik
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Penyakit ginjal kronis

Selain faktor di atas, ada juga kondisi medis atau penggunaan obat tertentu yang bisa menjadi penyebab darah tinggi, seperti:

  • Sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur)
  • Penyempitan pembuluh darah ginjal
  • Gangguan tiroid
  • Mengonsumsi obat untuk ADHD, peradangan, atau gangguan mental 
  • Penggunaan zat adiktif seperti alkohol, nikotin, atau kokain

Mengenali penyebab darah tinggi sejak dini penting agar Anda bisa menentukan langkah pencegahan dan pengendalian yang paling efektif. 

Bagaimana Cara Mengatasi dan Mengontrol Darah Tinggi?

Menjaga tekanan darah tetap stabil perlu usaha yang konsisten. Tidak cukup hanya mengandalkan satu cara, Anda sebaiknya menerapkan beberapa kebiasaan sekaligus agar hasilnya lebih optimal. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk mengontrol tekanan darah: 

  • Rutin Bergerak dan Olahraga

Tubuh yang aktif membuat tekanan darah jadi lebih terjaga. Anda tidak harus olahraga berat setiap hari, cukup dengan jalan kaki sore keliling komplek, naik turun tangga, atau bersepeda sudah sangat membantu. Kalau suka suasana ramai, cobalah ikut kelas menari atau senam bersama teman. Cobalah latihan otot juga, minimal dua kali seminggu.

Selain ide olahraga di atas, Anda juga bisa melakukan ide aktivitas fisik seperti ini:

  • Jalan kaki/jogging santai
  • Bersepeda
  • Berenang
  • Menari
  • Senam ringan
  • Latihan kekuatan seperti push-up atau angkat beban

Cukup 30 menit sehari, tubuh Anda sudah bisa merasakan manfaatnya. 

  • Atur Pola Makan Sehat dan Batasi Garam

Apa yang Anda makan punya dampak langsung ke tekanan darah. Usahakan piring Anda selalu berisi sayur, buah, sumber protein tanpa lemak, dan produk susu rendah lemak. Ingin yang lebih praktis? Cobalah diet DASH dan Mediterania yang bisa dijadikan acuan.

Beberapa pilihan makanan yang cocok untuk pola makan sehat Anda di antaranya:

  • Buah pisang, alpukat, dan jeruk
  • Sayuran hijau, tomat, kentang
  • Kacang-kacangan, ikan, dan yoghurt
  • Kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan gorengan

Selain itu, batasi konsumsi garam dan makanan asing karena terlalu banyak garam dapat membuat tekanan darah naik. Tambahan kalium dari buah dan sayur juga membantu tubuh melawan efek garam yang berlebihan.

Sebagai panduan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyarankan batas konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) per orang per hari: 50 gram atau 4 sendok makan gula, 2.000 miligram natrium (setara 5 gram atau 1 sendok teh garam), dan lemak maksimal 67 gram atau 5 sendok makan minyak goreng. 

  • Kurangi Alkohol

Minum alkohol berlebihan bisa membuat tekanan darah melonjak. Batasi konsumsi, dan kalau bisa hindari sama sekali. Satu gelas kecil sehari untuk wanita dan dua gelas untuk pria adalah batas yang aman, tapi lebih sedikit tentu akan lebih baik.

  • Cek Tekanan Darah Secara Rutin

Supaya lebih tenang, biasakan memantau tekanan darah di rumah. Gunakan alat digital yang kini mudah didapatkan di apotek. Catat hasil pengukuran dan bawa saat konsultasi ke dokter, supaya Anda tahu apakah usaha Anda sudah membuahkan hasil.

Tips memantau tekanan darah:

  • Lakukan pengukuran di waktu yang sama setiap hari
  • Catat hasilnya, misalnya di buku kecil atau aplikasi
  • Jangan ragu konsultasi ke dokter kalau ada perubahan yang mencurigakan

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin ini bisa menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko komplikasi serius. 

Selalu Waspada, Kesehatan Jantung Dimulai dari Tekanan Darah

Mengabaikan tekanan darah tinggi bisa berdampak besar pada kesehatan jangka panjang. Mulai sekarang, yuk biasakan hidup sehat dengan makan lebih teratur, rajin bergerak, membatasi garam, dan memantau tekanan darah secara rutin. Perubahan kecil yang Anda lakukan hari ini akan sangat berarti untuk mencegah komplikasi di masa depan.

Jika Anda ingin cek tekanan darah, konsultasi, atau butuh pemeriksaan lebih lengkap, Parahita Lab menyediakan berbagai layanan mulai dari pemeriksaan tekanan darah, tes laboratorium, sampai paket medical check up yang mudah diakses.

Semua bisa Anda lihat dengan jelas lewat website resmi Parahita, lengkap dengan informasi jadwal dan lokasi cabang terdekat. Jangan tunggu sampai terlambat, mulai jaga tekanan darah dan kesehatan tubuh Anda sekarang juga bersama Parahita!

Baca juga: Tak Perlu Bingung, Begini Cara Bangun Gaya Hidup Sehat untuk Pemula

FAQ 

1. Apa saja penyebab darah tinggi yang paling umum?

Usia, riwayat keluarga, pola makan tinggi garam, kurang olahraga, obesitas, dan stres adalah beberapa penyebab paling umum. 

2. Apakah darah tinggi bisa diturunkan tanpa obat?

Jika sudah mengalami hipertensi, sebaiknya tetap minum obat secara rutin sesuai anjuran dokter. Kontrol ke dokter juga perlu dilakukan secara rutin, umumnya setiap 3 bulan atau sesuai petunjuk dokter, agar tekanan darah dan efektivitas pengobatan tetap terpantau.

3. Seberapa sering sebaiknya cek tekanan darah?

Jika Anda berisiko atau punya riwayat hipertensi, cek tekanan darah secara rutin minimal sebulan sekali, atau sesuai anjuran dokter.

4. Makanan apa yang sebaiknya dihindari penderita darah tinggi?

Hindari makanan asin, makanan olahan, daging berlemak, makanan cepat saji, serta minuman beralkohol dan berkafein tinggi.

5. Kapan harus ke dokter jika tekanan darah tinggi?

Segera ke dokter jika tekanan darah sangat tinggi (lebih dari 180/120 mm Hg) atau muncul gejala seperti sakit kepala berat, sesak napas, atau nyeri dada.

Konsultasi dengan Tim Ahli Kami

Dapatkan solusi medis yang disesuaikan untuk Anda