Apa Itu Diabetes Melitus? Kenali Gejala & Cara Cek Diabetes
Banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka mengidap penyakit gula ini. Sebelum terlambat, penting bagi Anda untuk memahami apa itu diabetes melitus dan risikonya terhadap tubuh. Sebagaimana diabetes melitus sering dijuluki “induk segala penyakit”, kadar gula darah yang meningkat dapat mengundang komplikasi serius.
Menurut WHO, komplikasi tersebut meliputi kebutaan, gagal ginjal, hingga stroke. Oleh karena itu, penting untuk mengenali apa itu diabetes melitus secara mendalam.
Simak artikel berikut untuk mempelajari apa itu diabetes melitus lebih jauh serta panduan cara cek diabetes secara akurat.
Apa Itu Diabetes Melitus?

Ilustrasi mengecek gula darah (Pexels/Artem Podrez)
Mengutip laman Kementerian Kesehatan, apa itu diabetes melitus (DM) dapat dipahami sebagai kondisi gula dalam darah yang naik secara terus-menerus. Kondisi ini terjadi ketika organ pankreas berhenti memproduksi insulin sehingga tidak dapat mengatur glukosa. Penyakit metabolik yang satu ini tercatat dalam skrining kesehatan sebagai Penyakit Tidak Menular (PTM).
Penting untuk membedakan apa itu diabetes melitus dengan diabetes insipidus. Menurut NIDDK, kadar glukosa penderita diabetes insipidus cenderung normal, namun penderita mengalami buang air kecil berlebihan yang berhubungan dengan fungsi ginjal, bukan kadar gula darah.
Jenis-Jenis Diabetes Melitus
Diabetes melitus terbagi menjadi dua tipe. Pada tipe 1, sistem kekebalan tubuh mengalami autoimun. Oleh karena itu, imun tubuh secara keliru menghancurkan sel penghasil insulin.
Diabetes melitus tipe 2, di sisi lain merupakan kondisi seluruh tubuh mengalami resistensi insulin. Seluruh sel di tubuh kurang responsif terhadap insulin, mendorong glukosa di sel hingga menumpuk.
International Diabetes Federation (IDF) dalam ‘Atlas Diabetes’ edisi ke-10 tahun 2021 menyatakan bahwa tipe 2 paling umum ditemukan di seluruh dunia dengan total lebih dari 90%.
Untuk mendeteksi risiko penyakit diabetes melitus, Anda dapat melakukan cek gula darah. Hal ini cukup penting dilakukan karena, menurut penelitian Mathew, et al ., (2023), pemeriksaan tersebut dapat membantu mengidentifikasi kadar glukosa darah tubuh, terutama bagi Anda yang melakukan diet, olahraga, dan melakukan pengobatan.
Jika kadar glukosa darah lebih tinggi atau rendah dari standar, hal ini akan berisiko buruk pada kesehatan tubuh, bahkan berpotensi menjadi kronis.
Gejala Diabetes Melitus yang Sering Diabaikan

Gejala diabetes mellitus dikenal sebagai 3P. (Unsplash/isens usa)
Kehadiran diabetes, menurut Kementerian Kesehatan, dapat dikenali dari gejala utama dan gejala tambahan. Gejala utama diabetes melitus dikenal dengan 3P, yakni:
- Poliuria yang ditandai lebih sering buang air kecil,
- Polidipsia yang ditandai lebih cepat lapar, dan
- Polifagia menandakan Anda lebih cepat merasa haus
Gejala tambahan lain yang umum ditemukan pada pengidap diabetes melitus adalah sebagai berikut.
- Berat badan menurun drastis
- Kesemutan atau mati rasa
- Gatal pada daerah kemaluan perempuan
- Mengalami keputihan bagi perempuan
- Luka sulit sembuh
- Impotensi pada pria
- Muncul bisul yang hilang-timbul
- Mengalami penglihatan kabur
- Merasa cepat lelah
- Mudah mengantuk
Jika Anda merasakan gejala tersebut, segera pelajari cara cek diabetes ke fasilitas kesehatan terdekat.
Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Diabetes?

Diabetes mellitus kini tidak hanya menghantui lansia saja, tetapi juga kalangan muda. (Unsplash/Elevate)
Setelah memahami apa itu diabetes melitus, Anda juga harus tahu faktor risikonya. Penyakit ini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga usia muda (18 tahun ke atas) akibat faktor obesitas, kurang gerak, dan pola makan tidak teratur. Selain itu, faktor genetik (riwayat keluarga) memegang peranan besar dalam meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.
Faktor Risiko
Diabetes melitus dapat dialami orang berusia di atas 30 tahun. IDF mencatat, setidaknya penyakit “kencing manis” ini dijumpai pada orang dewasa berumur 20-79 tahun. Pada laporan Atlas Diabetes edisi ke-11 tahun 2025, pengidap diabetes berumur 20-79 tahun di Indonesia masuk ke dalam kelompok negara yang naik sampai 18 persen.
Namun, pada 2022 silam, WHO mencatat sebanyak 14% pengidap diabetes dialami usia 18 tahun. Hal ini menandakan adanya faktor lain selain usia. Faktor kurangnya aktif gerak, obesitas, hingga pola makan yang tidak teratur dapat memicu munculnya diabetes melitus pada kalangan usia muda.
Faktor Genetik
Diabetes melitus dapat berasal dari riwayat penyakit keluarga. Jadi, risiko Anda mengidap penyakit ini dapat lebih tinggi dibanding karena risiko usia, gaya hidup, hingga pola makan.
Baca Juga: Cek Kreatinin untuk Apa? Pelajari Manfaat hingga Prosedurnya
Panduan Lengkap Cara Cek Diabetes dan Pemeriksaan Gula Darah
Merujuk Kemenkes, berikut adalah beberapa cara cek diabetes melalui tes laboratorium:
Gula Darah Puasa (GDP)
Pemeriksaan yang dilakukan setelah tidak menerima asupan kalori (puasa), kecuali air minum.
Gula Darah 2 Jam Post Prandial (GD2PP)
Pemeriksaan untuk mengukur gula darah setelah berpuasa kurang lebih 10–12 jam, lalu lanjut mengisi perut dan diperiksa kembali 2 jam setelah makan.
Metode HbA1c
Metode ini berfungsi untuk melihat rata-rata gula darah dalam 3 bulan terakhir yang tidak memerlukan puasa.
Meskipun tersedia alat cek mandiri, diagnosis awal melalui cara cek diabetes di laboratorium medis seperti Lab Parahita jauh lebih disarankan demi hasil yang akurat. Parahita, sebagai laboratorium medis dan klinik kesehatan modern yang tepercaya di Indonesia,menyediakan layanan cek darah dan diagnosis diabetes.
Lab Parahita untuk Pemeriksaan Diabetes Anda
Mengecek apakah Anda menderita diabetes melitus atau tidak dapat dilakukan di Lab Parahita. Dengan teknologi laboratorium yang memadai, kami membantu Anda melihat hasil pemeriksaan gula darah secara konkret. Selain teknologi mumpuni, Parahita memastikan kemudahan konsultasi bersama tenaga profesional yang berpengalaman di bidangnya.
Pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi adanya diabetes melitus di Parahita dapat Anda lakukan dengan mengambil Paket Healthy Lifestyle. Selain komprehensif, paket kesehatan ini tergolong ekonomis.
Tubuh Sehat sampai Hari Tua bersama Parahita
Penyakit diabetes melitus mungkin memang tidak dapat disembuhkan, tetapi ia masih dapat dikontrol dan dicegah sedini mungkin. Agar masa tua, ataupun masa muda, Anda tidak ditemani diabetes melitus, sayangi diri Anda dengan menerapkan pola hidup sehat.
Mulailah dari menjaga makanan, berolahraga ringan, hingga mengubah gaya hidup demi kesehatan masa depan yang lebih baik. Di samping itu, jangan lupa rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengidentifikasi apakah ada gangguan tersembunyi yang diam-diam menggerogoti kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Untuk pemeriksaan kesehatan secara rutin, Anda dapat mempercayakan Parahita. Kunjungi cabang terdekat Parahita di kota Anda atau lakukan booking pemeriksaan diabetes melalui WhatsApp resmi kami untuk mewujudkan tubuh yang bebas dari diabetes mellitus.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan diabetes mellitus?
Diabetes melitus adalah masalah kesehatan metabolik saat gula dalam darah meningkat secara terus menerus. Kondisi ini disebabkan oleh berhentinya pankreas dalams memproduksi hormon insulin yang berfungsi mengatur glukosa.
Apa bedanya diabetes melitus dengan diabetes?
Diabetes melitus sering disebut diabetes atau kencing manis dan termasuk dalam kelompok diabetes. Selain diabetes melitus, juga terdapat diabetes insipidus. Jika diabetes melitus berhubungan dengan kadar glukosa yang tinggi, diabetes insipidus menyebabkan seseorang buang air kecil berlebihan dan berhubungan dengan ginjal.
Bagaimana ciri-ciri orang yang menderita diabetes mellitus?
Ciri-ciri orang yang menderita diabetes mellitus dapat dikenal dari gejala utamanya, yaitu sering buang air kecil, merasa cepat haus, dan merasa cepat lapar. Beberapa gejala tambahan dapat berupa bisul yang hilang dan muncul, hingga berat badan turun drastis.
Referensi:
- International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.). https://international-diabetes-federation.s3.eu-west-1.amazonaws.com/media/uploads/sites/3/2025/02/IDF_Atlas_10th_Edition_2021.pdf
- International Diabetes Federation. (n.d.). What is diabetes. https://idf.org/about-diabetes/what-is-diabetes/
- Kementerian Kesehatan. (2 Februari 2024). Mari kenali diabetes melitus. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3175/mari-kenali-diabetes-melitus
- Kementerian Kesehatan. (10 Oktober 2022). Mengenal gejala diabetes melitus. https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-gejala-diabetes-melitus
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (September 2021). Diabetes insipidus. https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/diabetes-insipidus
- World Health Organization. (5 April 2023). Diabetes. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes