7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan dan Tips Berpuasa Sehat selama Ramadhan
Pernahkah Anda merasa tubuh jadi lebih bugar setelah berpuasa? Bukan cuma perasaan, ternyata memang ada segudang manfaat puasa bagi kesehatan dan ada penjelasan medis di baliknya.
Menurut Harvard Health, puasa dapat membantu tubuh membakar lemak sebagai sumber energi sekaligus mendukung kontrol gula darah dan kolesterol. Inilah mengapa sebagian orang merasa tubuhnya menjadi lebih ringan pascapuasa. Tak heran jika puasa tak lagi dipandang bukan sebatas sebagai ibadah, tetapi juga sebagai cara untuk menjaga kesehatan.
Lantas, ada apa saja manfaat puasa bagi kesehatan tubuh? Temukan informasi selengkapnya di artikel berikut.
7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh Secara Medis
Dari berbagai studi, puasa terbukti memicu berbagai respons adaptif tubuh yang mendukung kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Inilah di antara tujuh manfaat utama puasa bagi kesehatan tubuh:
1. Meningkatkan Kontrol Gula Darah
Menurut studi University of Adelaide, saat berpuasa, asupan glukosa dari makanan berkurang sehingga sensitivitas insulin meningkat dan kadar gula darah menjadi lebih stabil. Dengan pengelolaan yang tepat, kondisi ini berperan penting dalam pencegahan diabetes tipe 2.
2. Menurunkan Kadar Kolesterol dan Menjaga Kesehatan Jantung
Setelah mekanisme gula darah mulai lebih terkendali, tubuh biasanya menunjukkan respons lanjutan pada metabolisme lemak.
Pada tahap ini, puasa membantu memperbaiki profil lipid dalam darah, termasuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Dampaknya, risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah pun ikut menurun.
3. Memicu Proses Detoksifikasi dan Autofagi
Manfaat puasa juga bekerja hingga ke tingkat sel. Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan dalam jangka waktu tertentu, sel memasuki fase autofagi.
Proses autofagi merupakan metode pembersihan sel tubuh dari komponen rusak dan racun metabolik. Mekanisme ini mendukung regenerasi sel dan menjaga fungsi organ tetap optimal.
4. Membantu Penurunan Berat Badan Secara Sehat
Seiring proses metabolisme dan regenerasi sel yang menjadi lebih efisien, tubuh mulai mengatur penggunaan energi dengan lebih baik. Maka dari itu, berpuasa membantu mengurangi asupan kalori harian sekaligus meningkatkan pembakaran cadangan lemak.

Ilustrasi menimbang berat badan | Sumber: Freepik/jcomp
Jika diimbangi dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, tentunya penurunan berat badan dapat berlangsung secara bertahap.
5. Mengurangi Inflamasi atau Peradangan
Manfaat puasa bagi kesehatan yang tak kalah penting selanjutnya berkaitan dengan inflamasi atau peradangan dalam tubuh. Inflamasi kronis sering menjadi akar berbagai penyakit.
Berkat perubahan metabolisme yang lebih stabil, puasa terbukti mampu menurunkan penanda peradangan dan membantu memperbaiki kondisi kesehatan.
6. Meningkatkan Fungsi Otak
Berdasarkan penelitian dari University of California, puasa dapat mencegah Alzheimer, yaitu penyakit penurunan daya ingat (pikun) dan kemampuan berpikir.
Pasalnya, selama puasa, tubuh merangsang produksi protein yang berperan dalam perlindungan sel saraf otak. Proses ini mendukung kesehatan kognitif dan berpotensi menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.
7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Penelitian dari University of Southern California menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meregenerasi sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki respons terhadap infeksi.
Baca Juga: Tips Ramadhan Sehat: Cara Menjaga Kebugaran Tubuh saat Puasa
Tips Berpuasa Sehat untuk Menjaga Stamina
Agar manfaat puasa bagi kesehatan dapat dirasakan secara optimal, penting untuk menerapkan pola puasa yang sehat dan seimbang.
Pola Makan saat Sahur
Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum. Tambahkan sumber protein dan serat tinggi agar rasa kenyang bertahan lebih lama dan energi tetap stabil sepanjang hari.
Pola Makan saat Berbuka
Hindari langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Mulailah dengan air putih dan makanan ringan, lalu lanjutkan dengan menu seimbang.
Batasi konsumsi gula sederhana dan makanan berlemak berlebihan untuk mencegah lonjakan gula darah.
Hidrasi yang Tepat
Terapkan pola minum 2-4-2, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Asupan cairan yang cukup membantu mencegah dehidrasi dan menjaga fungsi organ tetap optimal.
Aktivitas Fisik
Olahraga ringan, seperti jalan santai atau stretching, dapat dilakukan menjelang berbuka. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh.
Panduan Puasa Aman bagi Penderita Diabetes dan Kolesterol

Ilustrasi mengecek kadar gula darah | Sumber: Freepik/xb100
Bagi penderita diabetes dan kolesterol tinggi, puasa tetap dapat dilakukan dengan aman, asalkan disertai pengawasan medis yang tepat.
Konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa sangat dianjurkan untuk menyesuaikan pola makan dan pengobatan. Selama berpuasa, pemantauan kadar gula darah secara mandiri perlu dilakukan secara rutin, terutama bagi penderita diabetes.
Puasa harus segera dibatalkan apabila muncul tanda-tanda hipoglikemia, seperti pusing berat, gemetar, keringat dingin, atau kondisi dehidrasi berat. Mengenali sinyal tubuh adalah kunci utama agar puasa tetap aman dan sehat.
Baca Juga: Inilah Daftar Bahan Makanan Penurun Kolesterol yang Wajib Masuk Keranjang
Pantau Kesehatan Anda Pasca Puasa bersama Lab Parahita
Setelah berpuasa Ramadhan, tubuh biasanya mengalami perubahan metabolisme yang signifikan. Perubahan ini dapat terlihat dari kadar gula darah, kolesterol, dan indikator kesehatan lainnya.
Melakukan pemeriksaan medis 2 minggu usai berpuasa dapat menjadi langkah penting untuk mengetahui bukti nyata dari manfaat puasa bagi kesehatan tubuh. Anda bisa mendapatkan data medis yang akurat guna memahami kondisi kesehatan secara objektif bersama Lab Parahita.
Melalui Paket General Check Up, Anda dapat memantau kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan fungsi organ sampai kadar gula darah dan profil lipid (kolesterol dan lemak darah).
Dapatkan check-up kesehatan yang Anda butuhkan dengan booking di website Parahita sekarang juga atau konsultasi dengan tim kami terlebih dahulu untuk informasi lebih lanjut tentang layanan paketnya.
FAQ
Puasa dapat menyembuhkan penyakit apa saja?
Puasa tidak secara langsung menyembuhkan penyakit, tetapi dapat membantu memperbaiki kondisi metabolik, seperti gula darah, kolesterol, dan peradangan, yang mampu memicu berbagai penyakit kronis.
Berapa jam puasa yang baik untuk kesehatan?
Durasi puasa sekitar 12–14 jam, seperti puasa Ramadhan, dinilai aman dan memberikan manfaat kesehatan bagi sebagian besar orang dewasa sehat.
Apa yang terjadi saat tubuh kita berpuasa?
Tubuh beralih menggunakan cadangan energi, memicu autofagi, dan meningkatkan efisiensi metabolisme.
Organ manakah yang paling diuntungkan dari puasa?
Hati, pankreas, dan sistem pencernaan mendapatkan manfaat besar karena waktu istirahat metabolik selama puasa.
Referensi:
- Harvard Health Publishing. (2024, October 1). Can intermittent fasting help with weight loss?. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/can-intermittent-fasting-help-with-weight-loss
- University of Adelaide. (2023, April 20). Fasting diet reduces risk markers of type 2 diabetes. https://www.adelaide.edu.au/newsroom/news/list/2023/04/06/fasting-diet-reduces-risk-markers-of-type-2-diabetes
- WellMed Healthcare. (n.d.). Does fasting lower cholesterol?. https://www.wellmedhealthcare.com/patients/healthyliving/healthy-aging/does-fasting-lower-cholesterol
- International Diabetes Federation. (n.d.). Diabetes and fasting. https://idf.org/about-diabetes/diabetes-management/diabetes-and-fasting
- Diabetes Voice. (n.d.). The benefits of fasting for diabetes management and prevention. https://diabetesvoice.org/en/caring-for-diabetes/the-benefits-of-fasting-for-diabetes-management-and-prevention
- MIT News. (2024, August 21). Study reveals fasting benefits—and downsides. https://news.mit.edu/2024/study-reveals-fasting-benefits-and-downside-0821
- PubMed. (n.d.). Effects of fasting on metabolic and inflammatory markers (PMID: 30172870). https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30172870
- National Heart, Lung, and Blood Institute. (2024). Researchers identify new mechanism linking fasting to reduced inflammation and lower disease risk. https://www.nhlbi.nih.gov/news/2024/researchers-identify-new-mechanism-links-fasting-reduced-inflammation-lower-disease-risk
- National Institute on Aging. (n.d.). Could fasting reset the body’s clock and protect the brain against Alzheimer’s?. https://www.nia.nih.gov/news/could-fasting-reset-bodys-clock-and-protect-brain-against-alzheimers
- Keck School of Medicine, USC. (n.d.). Fasting triggers stem cell regeneration of damaged old immune system. https://stemcell.keck.usc.edu/fasting-triggers-stem-cell-regeneration-of-damaged-old-immune-system