Waspada 9 Gejala Kanker Serviks Stadium Awal, Cek Sekarang!
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan pada wanita di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Memahami gejala kanker serviks stadium awal menjadi langkah penting karena penyakit ini kerap berkembang tanpa disadari.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa setidaknya ada lebih dari 36.000 wanita yang didiagnosis penyakit ini setiap tahunnya, dan tidak sedikit pula yang harus kehilangan nyawa akibatnya.
Pada 2022 sendiri, terdapat sekitar 20.000 kasus kematian karena kanker serviks di tanah air menurut data Global Burden of Cancer Study (Globocan). Data tersebut menunjukkan bahwa 3 dari 5 perempuan di Indonesia meninggal karena penyakit ini.
Kanker yang menyerang leher rahim ini juga sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya kerap tidak terasa di tahap awal dan seringnya baru terdeteksi di stadium lanjut. Meski begitu, kanker serviks sangat bisa dicegah dan dikendalikan.
Di artikel ini, Anda akan mengenal lebih lanjut tentang 9 gejala kanker serviks stadium awal yang wajib diwaspadai sebagai langkah preventif demi menjaga kesehatan diri sendiri. Simak selengkapnya di bawah ini.
Mengenali 9 Gejala Kanker Serviks Stadium Awal
Stadium awal kanker serviks biasanya belum menunjukkan tanda-tanda dan sulit untuk diketahui. Namun, gejala awalnya sering kali menyerupai gangguan menstruasi atau infeksi biasa.
Kondisi ini sebenarnya merupakan indikasi adanya sel abnormal pada leher rahim yang dipicu oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi.
Selengkapnya, berikut 9 gejala kanker serviks stadium awal yang perlu diwaspadai, seperti dilansir dari situs Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), Cleveland Clinic, dan Mayo Clinic:
1. Perdarahan Vagina yang Tidak Biasa
Anda akan mengalami perdarahan di vagina lebih sering sewaktu siklus menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau setelah pemeriksaan panggul.
2. Nyeri saat Berhubungan Seksual (Dispareunia)
Ada rasa sakit atau tidak nyaman saat penetrasi sewaktu berhubungan intim akibat peradangan atau adanya massa pada jaringan serviks.
3. Keputihan yang Tidak Biasa
Muncul cairan encer atau berdarah dari vagina yang cukup banyak dan kerap kali berbau tidak sedap.
4. Menstruasi yang Lebih Berat atau Lama
Anda mengalami durasi haid yang menjadi jauh lebih panjang atau volume darah yang meningkat (menoragia) dari biasanya.
5. Perdarahan Pascamenopause
Apabila Anda tergolong wanita yang sudah menopause, tetapi kembali mengalami perdarahan dari vagina, Anda wajib segera memeriksakan diri karena itu bisa jadi tanda awal kanker serviks.
6. Nyeri Panggul yang Terus-menerus
Area panggul atau perut bagian bawah terasa sakit, tetapi bukan karena sedang menstrusasi.
7. Sering Merasa Lelah Tanpa Alasan
Akibat perdarahan yang terus-menerus, penderita mengalami anemia yang memicu lemas dan kelelahan luar biasa.
8. Buang Air Kecil Terasa Sakit
Anda sulit atau merasakan sakit tiap kali buang air kecil. Selain itu, tidak jarang juga keluar darah bersamaan dengan urin.
9. Nyeri pada Punggung Bawah atau Kaki
Anda mengalami rasa sakit menjalar dari panggul ke punggung bawah atau pembengkakan pada kaki.
Baca Juga: Pentingnya Skrining Kanker Payudara dan Pilihan Paketnya
Mengapa Deteksi Dini melalui Cek Kanker Serviks Sangat Penting?
Perlu Anda ketahui, kanker serviks tidak memandang usia. Anggraeni, N., et al (2023) dalam Medicor: Journal of Health Infomatics and Health Policy menyebutkan bahwa sementara angka mortalitas tertinggi terjadi pada rentang usia 40–50 tahun, penyakit ini juga menyerang perempuan di bawah 25 tahun.
Ini menunjukkan betapa pentingnya wanita, terlebih yang tergolong kelompok usia produktif, untuk semakin aware dalam menjaga kesehatan reproduksi. Rutin memeriksakan diri dengan melakukan skrining jadi salah satu tindakan preventif yang dapat diambil. Mengapa ini penting?
Deteksi dini kanker serviks mampu memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika ditemukan pada stadium lanjut. Sebuah penelitian dalam British Journal of Cancer menunjukkan bahwa skrining serviks dapat mencegah 70% kematian akibat kanker leher rahim. Angka tersebut meningkat hingga 83% apabila pemeriksaan dilakukan secara teratur.
Di samping itu, melakukan skrining memberikan Anda hasil yang lebih pasti apakah memang ada pertumbuhan sel tak terkendali di leher rahim atau tidak.
Pasalnya, seperti disebutkan sebelumnya, gejala awal kanker serviks biasanya sulit terdeteksi dan sering menyerupai infeksi ringan, seperti keputihan atau nyeri haid. Tanpa pemeriksaan lanjutan, perubahan sel yang bersifat prakanker dapat berkembang menjadi kanker invasif.

Tahap perkembangan sel kanker serviks | Sumber: Journal of Physics Conference Series
Melalui cek kanker serviks secara rutin, perubahan sel abnormal dapat dikenali sebelum berkembang menjadi lebih ganas. Pendekatan ini memungkinkan penanganan yang lebih sederhana, risiko komplikasi lebih rendah, dan kualitas hidup tetap terjaga.
Prosedur Pemeriksaan dan Skrining Serviks di Laboratorium
Merujuk National Cancer Institute, terdapat dua metode yang umum dijalankan untuk memastikan kesehatan leher rahim:
Pap Smear
Tes ini melibatkan pengambilan sampel sel dari permukaan serviks untuk melihat apakah terdapat perubahan bentuk sel akibat virus HPV. Adapun pap smear efektif dalam mendeteksi sel prakanker dan kanker serviks, tetapi tak jarang pula prosedur ini menemukan kondisi nonkanker, seperti infeksi atau inflamasi.
Tes DNA HPV
Berbeda dengan pap smear, tes DNA HPV mendeteksi keberadaan materi genetik virus HPV risiko tinggi secara langsung. Kombinasi pap smear dan tes DNA HPV memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam memprediksi risiko kanker di masa depan.
Lantas, kapan harus melakukan pemeriksaan diri? Perempuan yang sudah aktif secara seksual atau telah memasuki usia 25 tahun sangat disarankan untuk mulai rutin melakukan skrining minimal setiap 3 tahun sekali.
Sementara itu, menurut saran National Cancer Institute, perempuan dalam rentang usia 30–65 tahun direkomendasikan untuk melakukan
- Tes pap smear setiap 3 tahun sekali,
- Tes DNA HPV setiap 5 tahun sekali, dan
- Kombinasi pap smear dan tes DNA HPV 5 tahun sekali.
Bagi Anda yang peduli akan kesehatan organ intim dan ingin memeriksakan diri, Parahita menyediakan Paket Skrining Kanker Wanita yang memungkinkan Anda mendapatkan rangkaian pemeriksaan lengkap dan terintegrasi yang ditangani oleh tenaga media profesional.
Solusi Paket Skrining Kesehatan Wanita di Parahita Lab
Parahita menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan profesional melalui Paket Skrining Kanker Wanita. Layanan ini menawarkan berbagai pemeriksaan penting, termasuk prosedur skrining leher rahim lewat pap smear (thin prep).
Selain ditangani oleh tenaga medis berpengalaman, prosedur skrining kanker wanita di Parahita juga dilengkapi dengan peralatan media canggih dan teknologi diagnostik terbaru yang tidak hanya memberikan hasil cepat, tetapi juga akurat.
Anda juga tidak perlu repot antre maupun datang ke lokasi untuk mengambil hasil tes atau melakukan pendaftaran karena semuanya bisa dilakukan melalui aplikasi resmi Parahita.
Baca Juga: Mau Menikah? Jangan Lewatkan Medical Check Up Pranikah Ini
Jangan Tunggu sampai Muncul Gejala, Periksakan Diri Anda ke Parahita!

Ilustrasi konsultasi dengan dokter tentang kesehatan kanker rahim | Sumber: Freepik
Kanker serviks bukanlah kondisi yang muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan dan dapat dikenali sejak stadium awal. Dengan melakukan pemeriksaan dan skrining secara teratur, kesehatan tubuh dapat terpantau dengan baik dan risiko kanker serviks dapat ditekan.
Untuk itu, jangan tunggu sampai gejalanya memberat, segera periksakan diri Anda ke Parahita. Kunjungi website resmi atau hubungi WhatsApp Parahita Lab untuk mendapatkan informasi lengkap perihal pemesanan paket pemeriksaan.
Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Mari mulai jaga dari sekarang.
FAQ
Apa ciri-ciri wanita yang terkena kanker serviks?
Wanita yang terkena kanker serviks menunjukkan ciri-ciri, mulai dari perdarahan yang tidak biasa, sakit saat berhubungan intim, kelelahan luar biasa, diare, hingga nyeri panggul atau perut.
Apa yang dirasakan kanker serviks stadium 1?
Kanker serviks stadium 1 atau stadium awal umumnya belum menunjukkan gejala sehingga sulit untuk dideteksi, tetapi setelah berkembang beberapa waktu, tanda-tanda yang muncul meliputi menstruasi yang lebih lama dengan darah yang lebih banyak hingga perdarahan abnormal saat berhubungan intim atau setelah menopause.
Di mana letak nyeri kanker serviks?
Nyeri karena kanker serviks umumnya terasa di punggung bawah, antara tulang pinggul, atau di perut bagian bawah.
Apakah kanker serviks bisa dilihat di USG?
USG bukan alat terbaik untuk melihat kanker serviks. Deteksi dan diagnosis kanker serviks lebih efektif melalui metode seperti pap smear ataupun tes DNA HPV. Namun, USG bisa digunakan usai tahap diagnosis kanker serviks.
Referensi:
- American Cancer Society. (2025, December 4). Screening Tests for Cervical Cancer. https://www.cancer.org/cancer/types/cervical-cancer/detection-diagnosis-staging/screening-tests.html
- Anggraeni, N. et al. (2023). Screening And Education For Prevention Of Cervical Cancer At Kupu Health Center, Tegal District. Medicor: Journal of Health Informatics and Health Policy, 1(1), https://doi.org/10.61978/medicor.v1i1.3
- Asrina et al. (2025). Update Terbaru Kanker Serviks di Indonesia. OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 3(4), https://doi.org/10.61132/obat.v3i4.1542
- Cancer Research UK. (2016, September 16). More than two-thirds of cervical cancer deaths prevented by screening. https://news.cancerresearchuk.org/2016/09/16/more-than-two-thirds-of-cervical-cancer-deaths-prevented-by-screening/
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025, February 26). Screening for Cervical Cancer. https://www.cdc.gov/cervical-cancer/screening/
- Cleveland Clinic. (2024, August 8). Cervical Cancer. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12216-cervical-cancer
- Ferlay J, Ervik M, Lam F, Laversanne M, Colombet M, Mery L, Piñeros M, Znaor A, Soerjomataram I, Bray F (2024). Global Cancer Observatory: Cancer Today. Lyon, France: International Agency for Research on Cancer. Available from: https://gco.iarc.who.int/today, accessed [5 February 2026]
- Healthline. (2022, November 21). Ultrasounds Aren’t Typically Used to Detect Cervical Cancer: Learn Why. https://www.healthline.com/health/cervical-cancer/can-an-ultrasound-detect-cervical-cancer
- Kementerian Kesehatan. (2025, June 17). Setiap 25 Menit 1 Perempuan Meninggal karena Kanker Serviks, Menkes Budi Tancap Gas Vaksin HPV!. https://kemkes.go.id/id/setiap-25-menit-1-perempuan-meninggal-karena-kanker-serviks-menkes-budi-tancap-gas-vaksin-hpv
- Kementerian Kesehatan. (2025, April 24). Kemenkes Tegaskan Komitmen Eliminasi Kanker Serviks, 36 Ribu Kasus Baru Terdeteksi Setiap Tahun. https://kemkes.go.id/id/kemenkes-tegaskan-komitmen-eliminasi-kanker-serviks-36-ribu-kasus-baru-terdeteksi-setiap-tahun
- Kementerian Kesehatan. (n.d.). Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim). https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/neoplasma/kanker-serviks-leher-rahim
- Landy, R. et al. (2016). Impact of cervical screening on cervical cancer mortality: estimation using stage-specific results from a nested case–control study. British Journal of Cancer, 115, https://doi.org/10.1038/bjc.2016.290
- Mayo Clinic. (2025, July 26). Cervical cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501
- National Cancer Institute. (2025, February 13). Cervical Cancer Screening. https://www.cancer.gov/types/cervical/screening
- National Health Service. (2024, September 4). Symptoms of cervical cancer. https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/symptoms/