Kadar Gula Puasa Normal & Cara Atasi Jika Tinggi
Kadar gula puasa normal merupakan kadar gula darah yang diukur saat setelah tidak mengonsumsi makanan dan minuman dalam kurun waktu 8–12 jam. Kadar gula darah penting untuk dicek secara rutin untuk mendeteksi gejala diabetes sejak dini.
Tes gula darah puasa (GDP) kerap menjadi rujukan utama dokter. Selain dapat mendeteksi gejala diabetes, pemeriksaan ini juga mampu mengukur dan menilai respons pasien terhadap pengobatan diabetes.
Tes ini harus rutin dilakukan lantaran banyak orang yang merasa sehat, tetapi ternyata memiliki hasil gula puasa yang di atas normal. Sudahkah Anda tahu cara mengatasi gula puasa yang tinggi?
Apa Itu Pemeriksaan Gula Puasa?

Sumber: Pixabay/Surprising_Media
Merujuk artikel “Pemeriksaan Interpretasi Hasil Gula Darah” oleh Alydrus dan Fauzan (2022), glukosa darah atau gula darah merupakan gula sederhana dalam makanan yang biasanya dalam bentuk disakarida atau terikat molekul lain. Konsentrasi glukosa dalam vena orang yang tidak menderita diabetes melitus umumnya antara 75–115 mg/dl.
Sementara itu, glukosa puasa darah (GDP) merupakan uji kadar glukosa darah pada pasien yang melakukan puasa selama 10–12 jam. Jika melebihi waktu tersebut, maka dapat memengaruhi hasil pemeriksaan kadar gula darah.
Berapa Batas Gula Darah Puasa Normal?
Gula puasa seseorang umumnya dapat diketahui lewat pemeriksaan tertentu. Melalui pemeriksaan tersebut, tim medis dapat melihat apakah kadar gula darah masih berada dalam batas normal atau justru sudah mengarah pada kondisi tertentu, seperti prediabetes hingga diabetes.
Adapun kisaran kadar gula puasa normal dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL) adalah sebagai berikut:
- Normal: < 100 mg/dL
- Prediabetes: 100–125 mg/dL
- Diabetes: ≥ 126 mg/dL
Kategori prediabetes sering kali menjadi tanda peringatan awal sebelum seseorang berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Pada tahap ini, kadar gula darah memang belum cukup tinggi untuk didiagnosis diabetes, tetapi tubuh sudah mulai mengalami gangguan dalam mengatur gula darah. Jika tidak ditangani dengan perubahan pola hidup dan pemantauan rutin, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, berdasarkan artikel Alfin dan Azzam (2019) dalam Journal of Telenursing, diabetes merupakan penyakit degeneratif yang berkaitan dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat masalah pada produksi maupun fungsi insulin. Kondisi tersebut menyebabkan kadar gula darah meningkat secara terus-menerus.
Mengapa Gula Puasa Bisa Tinggi? Ini Penyebabnya

Sumber: Unsplash/Louis Hansen
Orang yang merasa sehat dan kadar gulanya normal, terkadang saat diperiksa, bisa jadi memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hal ini pada umumnya disebabkan oleh beberapa faktor:
- Faktor Pola Makan: Mengonsumsi karbohidrat yang berlebih di malam hari sebelum mulai berpuasa.
- Resistensi Insulin: Sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik.
- Fenomena Fajar (Dawn Phenomenon): Di pagi hari, gula darah melonjak secara alami disebabkan oleh hormon pertumbuhan.
- Kurang Aktivitas Fisik dan Stres: Aktivitas fisik dan stres juga berpengaruh terhadap kadar gula darah juga dipengaruhi oleh hormon kortisol.
Cara Mengatasi Gula Puasa Tinggi Secara Efektif

Sumber: Pixabay/DarkoStojanovic
Setelah mengetahui faktor yang dapat memengaruhi kadar gula darah, Anda perlu melakukan tindakan antisipasi agar kadar gula darah tetap normal saat pemeriksaan. Berikut cara mengatasi gula puasa tinggi secara efektif:
- Perbaikan Pola Makan: Dengan pola makan yang baik dan diet rendah indeks glikemik, kadar gula darah dapat lebih terkontrol .
- Aktivitas Fisik: Aktivitas fisik, seperti jalan kaki atau olahraga ringan, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah.
- Pentingnya Hidrasi: Air putih berperan penting bagi kesehatan ginjal untuk membuang kadar gula berlebih dalam darah.
- Kualitas Tidur: Kualitas tidur yang baik mampu mengontrol kadar gula darah, sementara bergadang dapat meningkatkan pelepasan hormon kortisol yang berperan dalam mengontrol gula darah.
Mengapa Harus Cek Rutin di Laboratorium Profesional?
Pemeriksaan gula puasa perlu dilakukan secara rutin untuk mengetahui kadar gula darah saat tubuh berada dalam kondisi paling stabil, yaitu setelah tidak makan dan minum selama beberapa jam.
Karena itu, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan gula puasa dilakukan setidaknya satu tahun sekali, terutama bagi individu dengan faktor risiko tertentu.
Cek kadar gula puasa sendiri bisa dilakukan secara mandiri maupun melalui tes laboratorium. Meski dianjurkan keduanya, Anda tetap harus perlu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menghindari hasil yang tidak sesuai.
Pastikan Anda melakukan pemeriksaan di laboratorium yang didukung tenaga medis profesional dan hasil yang akurat agar kondisi kesehatan dapat dipantau secara menyeluruh. Parahita bisa menjadi pilihan utama Anda.
Parahita menyediakan layanan pemeriksaan gula darah dan konsultasi kesehatan yang dapat membantu Anda memantau kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Melalui Paket Healthy Lifestyle (Diabetes), Anda dapat memantau kadar gula darah melalui tes HbA1c yang memberikan gambaran rata-rata kadar gula darah dalam 2–3 bulan terakhir
Selain itu, seluruh proses pemeriksaan didukung laboratorium modern dan tenaga medis profesional agar hasil yang diperoleh tetap akurat, praktis, dan mudah dipantau secara berkala.
Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut atau mencari paket pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan Anda, hubungi tim Parahita melalui WhatsApp karena kami siap membantu Anda hidup lebih sehat.
Menjaga Gula Darah, Menjaga Kualitas Hidup
Kadar gula puasa yang tetap terkontrol menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Pemeriksaan rutin tidak hanya membantu mendeteksi risiko diabetes lebih awal, tetapi juga memberi gambaran mengenai efektivitas pola hidup yang sedang dijalani. Dengan mengetahui kondisi tubuh sejak dini, langkah pencegahan dan penanganan pun dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan di masa depan. Mulai dari menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, semuanya berperan dalam membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Jangan perlu menunggu munculnya keluhan untuk mulai peduli pada kesehatan karena menjaga tubuh tetap sehat selalu lebih baik dilakukan sejak hari ini!
FAQ
Apa yang menyebabkan gula darah puasa tinggi?
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan gula darah puasa tinggi, yakni faktor pola makan, resistensi insulin, fenomena fajar, stres, hingga minimnya aktivitas fisik.
Apakah telur rebus cocok untuk diabetes?
Penderita diabetes boleh mengonsumsi telur rebus karena memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah karbohidrat, dan tidak memicu lonjakan gula darah.
Bagaimana cara menurunkan gula darah puasa?
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan gula darah puasa, di antaranya adalah memperbaiki pola makan, memperbanyak aktivitas fisik ringan secara konsisten, tetap terhidrasi, serta menjaga kualitas tidur yang baik.
Referensi:
- Alydrus, N. L., & Fauzan, A. (2022). Pemeriksaan interpretasi hasil gula darah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Kesehatan, 3(2), 16-21. https://jurnal.unimerz.ac.id/index.php/JPMTK/article/view/39
- Alfin, R., Busjra, B., & Azzam, R. (2019). Pengaruh puasa ramadhan terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus Tipe II. Journal of Telenursing (JOTING), 1(1), 191-204. https://www.academia.edu/55348312/Pengaruh_Puasa_Ramadhan_terhadap_Kadar_Gula_Darah_pada_Pasien_Diabetes_Mellitus_Tipe_II
- Natasha, N., & Fitri, A. D. (2020). Pemeriksaan gula darah dan asam urat pada masyarakat umum saat car free day di lapangan Gubernur Jambi. Medical Dedication (medic): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA, 3(1), 10-13. https://online-journal.unja.ac.id/medic/article/view/8634